Muhammad Harizon

Muhammad Harizon
Menu
Muhammad Harizon

 


Sudah lama kami tidak berkunjung ke danau ini, tepatnya 5 tahun yang lalu pasca kami menikah. Menjadi kenangan tersendiri bagi kami bahwa setelah menikah 5 tahun yang lalu kami sempat diusir oleh ibu-ibu di warung karena beliau menyangka bahwa kami anak muda berpacaran yang mana dianggap perbuatan asusila yang dapat merusak tatanan sosial kemasyarakatan di wilayah itu, padahal kami sudah menikah. 

Danau Tarusan Kamang merupakan salah satu spot alami yang asri dan masih terjaga kelestariannya, berlokasi di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang MudiakKecamatan Kamang MagekKabupaten AgamSumatera BaratButuh waktu sekitar lebih kurang 1 jam perjalanan dari kota Bukittinggi. 





Danau ini termasuk jenis danau karst yaitu danau yang terbentuk dari wilayah batuan kapur, gipsum,atau dolomit akibat pelarutan batuan karstifikasi oleh air hujan sehingga menciptakan cekungan yang terisi air. Selain di kawasan Tarusan Agam, danau seperti ini juga dapat ditemukan di wilayah Gunungkidul Yogyakarta yang bersifat musiman. Lengkapnya Danau Tarusan Agam Sumatera Barat, Danau Tendetung di Sulawesi, Danau Biru Kolaka Sulawesi Tenggara, Danau Paisupok di Banggai, 

Danau ini juga disebut sebagai danau ajaib dimana tidak ada orang yang mengatahui kapan saja waktunya berair dan kapan waktunya kering, menurut warga setempat saat saya temui danau ini berair bisa 2 sampai 3 tahun bisa lebih bisa kurang dari itu.





Berdasarkan plang informasi yang saya baca, bertuliskan Welcome To Geopark Geosite Danau Ajaib Tarusan Kamang. Danau ini memiliki karakteristik yang unik, secara litologi yang mengelilingi danau ini adalah batu gamping dan dari hasil pengamatan peta geologi masih merupakan batu gamping perm-karbon. Wilayah ini termasuk kategori wilayah danau karst yaitu adanya sungai bawah permukaan dan adanya struktur yang terlibat dalam pembentukan danau. Ketika air tanah naik maka lorong-lorong di bawah bukit batu gamping akan menyemburkan air dan menutupi padang rumput, sehingga tampaklah seperti danau yang indah dan bisa bermain sampan. Sebaliknya ketika air sungai bawah tanah turun, secara otomatis air tersedot kedalam tanah sehingga tampak padang rumput. Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi langsung danau Tarusan ini. 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Prof. Handang bahwa danau ini berada di atas zona patahan sumatera sehingga ini menjadi alasan mengapa air di danau ini bisa ada dan mengering. Didanau ini juga terdapat bebatuan gamping karang yang mana batu ini hanya ada di pantai atau lautan. Menurut perkiraan ahli sekitar ratusan abad yang lalu bahwa wilayah ini dahulunya adalah bentangan lautan. karena adanya batu gamping kapur.





Apabila danau ini berair, warga setempat memanfaatkannya untuk budidaya ikan seperti ikan nila, ikan rayo, bada putih dan ikan air tawar lainnya. Warga juga memanfaatkan fenomena alam ini sebagai ajang mencari cuan seperti berjualan makanan sehat sederhana, jajanan, bahkan menyewakan sampan atau perahu. 

Hingga saat ini belum ada yang bisa mengetahui kapan waktunya danau ini berair dan kapan waktunya kering, sebab hal ini merupakan fenomena alam yang memang tidak bisa ditebak walau dengan penelitian canggih sekalipun. Setidaknya kita bisa mengambil pelajaran bahwa tadabbur alam atau menikmati alam ciptaan Allah dapat membuat kita banyak bersyukur, menjaga kelestarian alam, menjaga alam agar dapat memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat setempat.

Bentangan danau yang menyejukkan mata dan hati ini dapat menjadi salah satu referensi healing weekend di akhir pekan. 









  Sudah lama kami tidak berkunjung ke danau ini, tepatnya 5 tahun yang lalu pasca kami menikah. Menjadi kenangan tersendiri bagi kami bahwa ...
Muhammad Harizon Monday, 20 April 2026
Muhammad Harizon


Sudah beberapa minggu bencana alam terjadi di berbagai provinsi di pulau Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang meluluh lantahkan daerah hingga menelan ratusan korban, namun mengapa pemerintah tidak menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional ? kok hanya berstatus bencana daerah ?

"Kenapa pemerintah tidak menetapkan bencana nasional untuk banjir bandang di Sumatera ? Apa alasannya ya ?. Benarkah tidak ada status 'nasional' berarti tidak ada dana pusat ? atau justru ada pertimbangan lain yang lebih besar di balik keputusan pemerintah ?

polemik yang menyatakan bahwa "tidak ada status nasional berarti tidak ada APBN" adalah mitos alias tidak benar. Pemerintah pusat sebenarnya memiliki mekanisme cepat untuk mengucurkan bantuan melalui Dana Siap Pakai (DSP) di BNPB. Syaratnya sederhana, cukup dengan penetapan Status Tanggap Darurat oleh Bupati atau Gubernur setempat. Begitu status ini ditetapkan, keran APBN langsung terbuka tanpa perlu menunggu stempel 'Bencana Nasional' dari Presiden. disamping itu pemerintah pusat juga sudah mengucurkan dana bantuan sebesar enam triliyun rupiah untuk tiga provinsi terdampak banjir bandang ini saat mengunjungi turun langsung ke daerah bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Pertanyaan besar saat ini adalah, apa sebenarnya syarat suatu peristiwa disebut sebagai Bencana Nasional ?, jawabannya yaitu. menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 menyebutkan, penetapan bencana nasional ada di tangan Presiden dengan mempertimbangkan beberapa indikator, diantaranya jumlah korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan infrastruktur, cakupan wilayah yang luas, dan dampak sosial ekonomi yang masif.

Namun, dalam musibah yang terjadi saat ini, poin dampak sosial ekonomi ini sering diterjemahkan sebagai "kelumpuhan pemerintahan daerah". Selama kepala daerah dan jajarannya masih bisa berfungsi walau tertatih maka syarat untuk 'naik kelas' ke status nasional dianggap belum terpenuhi. Ini terlihat dari sejarah. Indonesia hanya dua kali menetapkan Bencana Nasional yaitu saat Tsunami Aceh 2004, di mana pemerintahan daerah benar-benar vakum, dan Pandemi COVID-19, yang melumpuhkan seluruh wilayah negara. Jika pemerintah daerah benar-benar vakum alias tidak bergerak sama sekali, sehingga penanganan bencana dan pemulihan tidak tampak, maka pemerintah pusat akan menetapkan bencana tersebut sebagai bencana nasional karena penanggulangan pasca bencana diambil alih pemerintah pusat.

Bahkan gempa besar di Lombok dan Palu tahun 2018 yang menelan ribuan korban jiwa pun tidak menyandang status nasional. Mengapa ?, karena walikota dan gubernur saat itu masih hidup dan masih bisa memimpin penanggulangan. Prinsip otonomi daerah dijaga karena pusat tidak mengambil alih wewenang selama daerah masih mampu menyelesaikan sendiri kendala yang dihadapinya.

Maka, penetapan sebuah peristiwa yang cukup besar bahkan menelan korban jiwa, tidak serta merta langsung di tetapkan sebagai bencana nasional tapi ada berbagai pertimbangan dan persyaratan yang mesti di penuhi oleh peristiwa tertentu.

Kembali ke kasus banjir Sumatera saat ini. Meski kerusakannya parah dan menelan korban jiwa, pemerintahan daerah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat belum lumpuh total. Gubernur dan bupati masih bisa bekerja menanggulangi dan mencari solusi. Dari sudut pandang regulasi, ini menjadi alasan hukum status nasional belum diberikan.

Tapi, ada alasan strategis lain yang justru lebih krusial yaitu efek domino terhadap ekonomi nasional, khususnya pariwisata. Bayangkan jika banjir di tiga kabupaten di Sumatera ditetapkan sebagai Bencana Nasional. Dampak psikologisnya bisa merambat ke Bali, Labuan Bajo, atau Raja Ampat. Turis asing yang melihat label status "Indonesia Darurat Bencana Nasional" mungkin saja tidak paham bahwa Bali sangat jauh dari lokasi banjir. Mereka akan menyangka bahwa ada bahaya untuk seluruh wilayah di  Indonesia, padahal pada kenyataannya hanya beberapa daerah saja yang terdampak bencana. contohnya, di Sumatera Barat ada Padang, Agam, Padang Panjang dan Tanah Datar terkena banjir bandang itupun hanya beberapa titik saja bukan satu kota atau satu kabupaten yang porak poranda, di kecamatan lainnya masyarakat masih beraktivitas seperti biasa layaknya tidak ada musibah. begitu juga Aceh dan Sumatera Utara, hanya beberapa titik saja yang terdampak bukan satu kota atau kabupaten atau satu provinsi yang hancur. 

Status Bencana Nasional adalah sinyal kuat bagi dunia internasional. Kedutaan asing berpotensi mengeluarkan travel warning. Lebih mengkhawatirkan, asuransi perjalanan turis asing bisa otomatis tidak berlaku jika mereka dianggap sengaja pergi ke negara yang sedang mengalami bencana nasional. Pariwisata nasional, salah satu penopang ekonomi, bisa terancam hanya karena salah pasang label atau status.

Terus, apa ya solusinya ?

Pemerintah pusat mengambil jalan tengah yang bijak yakni, "Status Daerah, Rasa Nasional". Secara hukum, status tetap Bencana Daerah untuk melindungi persepsi dan ekonomi nasional. Namun, secara fakta di lapangan, bantuan dikerahkan secara maksimal layaknya penanganan bencana nasional. APBN dicairkan melalui mekanisme DSP, TNI POLRI dikerahkan, Presiden dan Wakil Presiden turun langsung meninjau lokasi sekaligus membawa bantuan dan menteri juga turun langsung ke lokasi bencana, termasuk relawan dari berbagai organisasi negeri dan swasta dan berbagai wilayah datang bersama-sama membantu penanganan bencana tersebut. 

Kesimpulan, lukanya diobati sepenuh tenaga, tanpa perlu berteriak "sakit parah" ke seluruh dunia. Pendekatan ini bertujuan memutus mata rantai dampak sekunder yang justru bisa lebih melukai dalam jangka panjang. Jadi, sebelum berkomentar, mari kita pahami dulu kompleksitas di balik sebuah keputusan. Bukan sekadar hitam atau putih, ada banyak warna pertimbangan untuk menetapkan keputusan.


Sudah beberapa minggu bencana alam terjadi di berbagai provinsi di pulau Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Bara...
Muhammad Harizon Sunday, 21 December 2025
Muhammad Harizon



Di negara kita Indonesia khususnya termasuk ke dalam wilayah nusantara yang setiap tahunnya terjadi pergantian musim cuaca. Musim yang silih berganti bisa kategori sedang dan ekstrim. 

Bagaimanapun itu, terlepas apapun musim yang terjadi di negara Indonesia, apapun namanya, bagaimanapun keadaannya, sebagai Ummat islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah bernama shalat tolak bala. Tujuan shalat tolak bala adalah agar manusia dapat terhindar dan selamat dari berbagi macam musibah. 

Shalat sunnah tolak bala atau disebut shalat lidaf’il bala dilaksanakan oleh umat muslim sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa selamat dari segala marabahaya. Shalat sunnah ini dilakukan sebagai ikhtiar manusia dan tidak mesti semua dikabulkan, akan tetapi boleh jadi dapat meminimalisir kejadian musibah. Shalat sunnah tolak bala ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Setiap muslim yang ingin mengerjakannya boleh kapan saja, karena memang tidak ada ketentuan khusus berkaitan dengan waktu pelaksanaannya. Adapun tata cara pelaksanaan shalat sunnah tolak bala atau lidaf'il bala ialah seperti berikut ini :


Membaca niat :

اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى 

Ushalli Sunnatan lidaf’il bala’i rak’ataini lillahi ta’ala. 

Aku berniat shalat sunah untuk menolak bala dua rakaat karena Allah ta’ala. 


Tata Cara Pelaksanaan. 

Pelaksanaan shalat ini sama saja dengan shalat biasa sebanyak 2 rakaat, hanya saja yang membedakan nya adalah surat yang dibaca dan jumlah bacaannya. 

Takbiratul Ihram. 

Membaca do'a iftithah. 

Membaca surah AlFatihah. 

Setiap selesai membaca surat al-Fatihah membaca surat Al-Kautsar 17 kali. Kemudian surat Al-Ikhlas 5 kali, surat Al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali Dan sebelum melaksanakan shalat membaca istifhfar : 

 اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلَّّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لآيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا ولآنَفْعًاوَلآمَوْتًا ولآحَيَاتًا وَلآنُشُورًا 

Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang penuh kedzaliman, yang tidak memiliki terhadap dirinya sendiri baik madarat dan manfaatnya, mati dan hidupnya maupun bangkitnya nanti. 

Begitu juga pada rakaat kedua. 

Membaca doa dan menambah dengan doa lidaf’il bala atau tolak bala sebagai berikut : 

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْ يقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ, اَللهُ اَكْبَرْاَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين 

Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia”.

Semoga bermanfaat. 

Di negara kita Indonesia khususnya termasuk ke dalam wilayah nusantara yang setiap tahunnya terjadi pergantian musim cuaca. Musim yang silih...
Muhammad Harizon Saturday, 6 December 2025
Muhammad Harizon

 


Setiap insan pasti menginginkan hidup yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Tanpa dipungkiri hal ini lumrah menjadi harapan semua orang. Namun pada kenyataannya semua itu tentu tidak bisa didapatkan dengan mudah sesuai ekspektasi kita karena perjalanan hidup ini tidak selamanya berjalan mulus pasti ada onak liku batu kerikil maupun batu besar yang kita hadapi sebagai tantangan dalam menjalani hidup agat kita mampu merasakan betapa hidup ini butuh perjuangan. 

Mendapatkan hidup yang sakinah mawaddah wa rahmah alangkah baiknya kita pahami dulu apa itu sakinah, mawaddah dan rahmah kemudian setidaknya ada lima kunci yang perlu kita dapatkan dan amalkan agar sakinah mawaddah dan rahmah bisa mewarnai hidup kita. 

Secara bahasa sakinah artinya kedamaian, ketentraman, ketenangan, dan kebahagiaan. Mawaddah artinya saling berkasih sayang, sedangkan rahmah merupakan menerima apa adanya dan berlapang dada dalam situasi apapun.


1. Tauhid Yang Kokoh. 

Dalam menjalani hidup dan kehidupan manusia tidak terlepas dalam pantauan Allah SWT. Semuanya telah diatur jauh-jauh hari sebelum penciptaan dunia dan manusia. semua yang telah terjadi, sedang terjadi bahkan yang akan terjadi telah tertulis dalam lauhul mahfuzh (catatan Allah SWT) sehingga dengan demikian tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang tidak dikendalikan oleh Allah SWT. pemahaman inilah yang seharusnya kita pahami dan tertancap didalam hati sanubari kita sebagai hamba yang beriman kepada-Nya. Meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT menjadikan kita manusia yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya. merasa diawasi, merasa dipantau, merasa dilihat dan akan mendapatkan ganjaran atau balasan dalam setiap tindakan yang dilakukan sehari-hari. Akidah yang kuat dan tauhid yang kokoh membuat manusia tidak akan mudah terpengaruh oleh berbagai godaan yang akan mengganggu keimanannya dari siapapun. dengan demikian ia akan merasa sakinah mawaddah wa rahmah. 


2. Ikhlas Dalam Beramal. 

Ikhlas itu, ibarat surah Al-Ikhlas di dalam Al-Qur'an, ia ada di judul tapi tidak ada di dalam surat. Begitulah kira-kira perumpamaan keikhlasan dalam beribadah. Ia merupakan ruhnya amal ibadah, dimana tanpa keikhlasan apapun amal ibadah dan amal perbuatan akan menjadi sia-sia. Artinya kita tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT. 


3. Senantiasa Bersyukur. 

Bersyukur merupakan bentuk rasa terima kasih seorang hamba kepada Tuhannya atas nikmat yang telah ia dapatkan. Nikmat tersebut bisa dalam bentuk apa saja, seperti kesehatan, keimanan, rezki dalam bentuk uang, keberhasilan dalam sebuah usaha, keselamatan dari musibah tertentu dan masih banyak bentuk lainnya. Dengan bersyukur seseorang akan menikmati, merasakan dan menjaga sesuatu yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Sehingga dengan demikian Allah pun akan senantiasa memberikan bahkan menambah nikmat-Nya tersebut. 


4. Istiqamah. 

Istiqamah atau dalam arti kata konsisten dan komitmen dalam melakukan sesuatu aktivitas atau kegiatan. Dalam konteks ini mimin lebih menekankan pada istiqamah dalam beribadah dalam rangka mendapatkan hidup yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya amal ibadah seorang hamba dinilai bukan hanya dari kuantitas dan kualitas tapi juga termasuk istiqamah (bertahan) mengamalkan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Biar amal ibadah sedikit tapi sering dilakukan daripada banyak tapi jarang dilaksanakan. Maka istiqamah menjadi salah satu pilar atau kunci dalam mendapatkan hidup yang sakinah, mawaddah dan rahmah. 


5. Memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Ada kisah di zaman Rasulullah SAW bahwa ada anak yang sedang bermain di dalam masjid, anak kecil itu malas beribadah, suka melawan ke orang tuanya, dan perbuatan kurang baik lainnya. Singkat cerita Rasulullah SAW menunjuk satu orang anak kecil dan beliau mengatakan bahwa anak tersebut adalah anak haram. Setelah ditelusuri sahabat ke rumah orang tua anak itu dan bertanya, Apa yang ibu berikan kepada anak ibu sehingga Rasulullah SAW mengatakan bahwa anak ibu adalah anak haram. Ternyata ibu tersebut tidak sengaja mengambil sebuah ranting kayu dan menjadikannya kayu bakar untuk bahan bakar memasak makanan di tungkunya. Ternyata apa yang telah dikatakan Rasulullah SAW adalah benar. Satu ranting yang mungkin kita anggap sepele ternyata berpengaruh besar dalam kehidupan seorang anak. 

Nah, bagaimana dengan kita?. Agar hidup sakinah, mawaddah dan rahmah seseorang tidak boleh terpapar sesuatu yang subhat bahkan haram. Sedangkan tidak sengaja bisa menjadi haram, apalagi subhat (tidak jelas) atau sengaja mengambil yang bukan hak kita. Na'udzubillah. Memperhatikan makanan dan minuman menjadi hal penting sebelum kita mengkonsumsinya, dari mana asalnya, apa saja bahan-bahannya, dan yang lainnya. Jika makanan dan minuman yang kita konsumsi berasal dari yang halal maka hidup yang sakinah, mawaddah dan rahmah akan senantiasa membersamai. 




  Setiap insan pasti menginginkan hidup yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Tanpa dipungkiri hal ini lumrah menjadi harapa...
Muhammad Harizon Thursday, 4 December 2025
Muhammad Harizon

 



Sebagai pilar dan ujung tombak pendidikan, guru tidak hanya di tuntut untuk mengajarkan materi pelajaran. Namun ada beberapa tugas lain yang juga harus dilaksanakan dalam waktu bersamaan. Bekerja sesuai dengan tuntutan dan regulasi resmi dari lembaga pendidikan dan instansi tempat ia ditugaskan baik negeri maupun swasta sama-sama memiliki struktur organisasi resmi seperti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan terus ke bawah. 

Bagi sebagian pandangan, menjadi Kepala Sekolah (Kepsek) adalah puncak karier seorang guru yang telah dirintisnya belasan bahkan puluhan tahun. Hal ini dianggap sebagai promosi jabatan impian dan kebanggaan profesi guru. Naik posisi dan ganti jabatan yang lebih bergengsi dan bisa menjadi orang yang disegani baik di lingkungan sekolah itu sendiri maupun di masyarakat. 

Namun di sisi lain, dewasa ini, kenyataan di lapangan seringkali menggelikan sekaligus miris. Ketika kesempatan menjadi kepala sekolah dibuka, bukannya rebutan, justru banyak guru bahkan yang paling pintar sekalipun, malah memilih mundur secara teratur, artinya pada saat ada promosi dan tawaran mereka ogah mengambil kesempatan dan memilih posisi yang sedang dilaksanakan saat ini. Walaupun ada juga sebagian besar yang bersiap dan mempersiapkan diri untuk menerima dan mengambil posisi sebagai kepala sekolah.

Pertanyaan yang menggelitik adalah, Mengapa hari ini kursi panas kepala sekolah begitu kurang diminati oleh sebagian guru ?, Padahal guru tersebut layak dan memenuhi syarat jika ikut dalam pemilihan kepala sekolah. Tidak seperti dulu dimana guru rebutan memantaskan diri menjadi yang terbaik untuk menjadi kepala sekolah. Bahkan terkadang rela merogoh kocek agar bisa mendapatkan jabatan kepala sekolah.

Setidaknya ada beberapa alasan sebagian guru enggan menduduki kursi kepala sekolah :

Gaji Naik Selembar, Beban Naik Sekapal Pesiar.

Mari kita bicara tentang realita paling jujur yaitu uang. Sebagai manusia normal, siapa yang tidak butuh uang ?, jawabannya tentu tidak ada. Semua orang pasti membutuhkan biaya agar keberlangsungan kehidupan sehari-hari tercukupi, syukur-syukur jika ada lebihnya bisa untuk simpanan, investasi dan tabungan lainnya. 

Di zaman sekarang semua orang sudah realistis, tidak perlu basa-basi. Para guru tentu mengetahui bahwa menjadi kepala sekolah tidak secara otomatis membuat rekening meningkat, walaupun memang ada tunjangan jabatan, Tapi Kenaikan tunjangan yang didapat tidak sebanding dengan lonjakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan tertinggi di lembaga pendidikan.

Seorang guru pegawai negeri sipil (PNS) tetap menerima gaji pokok dan tunjangan fungsionalnya. Ketika menjadi kepala sekolah, kenaikannya mungkin hanya dari secuil tunjangan tambahan atau tunjangan struktural yang nilainya jauh dari kata mewah. Kenaikan gaji itu tidak akan pernah bisa membayar kerugian waktu istirahat, waktu bersama keluarga, sakit kepala akibat berhadapan dengan birokrasi, atau biaya mental lainnya.

Jika jabatan kepala sekolah hanya menaikkan kesejahteraan setipis tisu, sementara beban kerjanya naik setebal tumpukan modul ajar atau perangkat pembelajaran, maka rasionalitas guru akan berkata: “Lebih baik tenang mengajar di kelas.”


Guru pedagang eceran, kepala sekolah manajer toko grosir.

Seorang guru sejati, jiwanya adalah tentang pedagogi seni mengajar. Menikmati interaksi dengan para siswa dalam proses belajar mengajar maupun di luar kelas. Menikmati momen indah ketika siswa paham materi yang dijelaskan. 

Saat menjadi kepala sekolah, tentunya waktu habis untuk urusan birokrasi dan administrasi yang luar biasa sibuknya, bendahara, negosiator komite, event organizer acara perpisahan maupun acara lainnya, hingga tukang damai (mediator) saat ada masalah. 


Ada perasaan bakat dan passion mengajar terabaikan di balik meja kepala sekolah.

Hal ini menjadi pergeseran fokus dari mengajar di kelas kepada urusan administrasi yang ribut dan ribet dengan stempel, tanda tangan, map dan lainnya. Banyak guru enggan mengerjakan administrasi hitam diatas putih, dinas luar, kunjungan ke sekolah lain, acara resmi di dalam dan diluar provinsi, jika ia harus mengorbankan status sebagai pendidik anak bangsa.


Dari idola kelas menjadi musuh publik.

Sebagai guru, ia dihargai, dicintai atau setidaknya dihormati oleh para siswa atau oleh rekan sejawat. Saat Menjadi Guru biasa, ia menjadi kolega yang bisa diajak ngobrol santai, tertawa bersama, senda gurau guna menghilangkan kejenuhan. Nah, begitu diangkat menjadi kepala sekolah, statusnya berubah menjadi atasan. Para siswa terasa jauh walaupun tetap masih mengajar di kelas, apalagi tidak mengajar sama sekali, kemudian teman-teman jadi segan kepadanya. 

Lama kelamaan ia menjadi target kritik dari guru-guru lain yang mungkin merasa tidak kompeten atau terlalu otoriter dalam memimpin yang pada akhirnya menjadi bahan ghibah di belakang. Setiap keputusan, mulai dari jadwal piket hingga pengadaan seragam baru, akan selalu dicurigai. Hal itu, lumrah, dan memang sering terjadi walaupun sudah bekerja dengan maksimal. Guru enggan menukarkan kenyamanan hubungan sosial sebagai sesama pendidik, dengan beban psikologis sebagai pemimpin yang harus selalu benar di mata bawahan. 


Jabatan Kepala Sekolah Jadi Expire Dalam Jangka Waktu Tertentu.

Regulasi yang ada membatasi masa jabatan kepala sekolah selama dua periode. Jumlah satu periode bergantung kebijakan di lembaga. Ini bukan hanya masalah batasan waktu, tapi juga motivasi jangka panjang. Adanya batasan periode menciptakan ketidakpastian karier. Kita Harus menanggung risiko politik dan beban birokrasi selama beberapa tahun, namun tidak mendapat jaminan posisi permanen. 


Posisi yang kejepit.

Kepala sekolah berada di posisi apit yang menyakitkan, ditekan dari atas (Dinas Pendidikan dan kebijakan mendadak) dan dituntut dari bawah seperti majelis guru, orang tua siswa, dan siswa.

Jika sekolah berprestasi, kepala sekolah hanya mendapat kredit secuil. Tapi jika sekolah gagal, ia yang pertama kali disalahkan berbagai pihak. Hal tersulit dari posisi terjepit ini adalah mematuhi kebijakan dari atas, sembari memenuhi tuntutan dari bawah. 

Beban tanggung jawab kepala sekolah adalah asimetris (tidak seimbang). Risiko kegagalan jauh lebih besar daripada imbalan keberhasilan. Daripada sakit kepala permanen akibat terhimpit dari segala penjuru, guru justru lebih memilih kembali ke kelas untuk mengajar.


Dekat dengan dunia politik.

Mau tidak mau, siap tidak siap, suka tidak suka menjadi kepala sekolah berarti harus sering-sering berinteraksi dengan dunia politik lokal, entah itu dengan anggota dewan perwakilan rakyat daerah, pejabat dinas, atau bahkan tim sukses tertentu.

Sekolah sebagai institusi publik, seringkali dijadikan arena kepentingan. Kepala sekolah dituntut pandai bermanuver, melobi, dan menjaga hubungan baik dengan pihak-pihak yang punya kekuasaan dan dana. 

Namun Guru-guru yang idealis dan hanya ingin fokus pada pendidikan, akan merasa tidak nyaman dengan tuntutan politis itu. Mereka tidak mau prinsip seorang pendidik dikotori oleh transaksi kepentingan di luar gerbang sekolah. Mereka menolak menukarkan idealismenya dengan pragmatisme politik. Mereka tidak mau sekolah menjadi kapal politik musiman, di mana kepala sekolah harus menjadi nakhoda yang pandai membaca arah angin politik, bukan hanya arah angin pendidikan. Sebagai institusi pendidikan tentu hal ini tidak sejalan, apakah itu lembaga negeri maupun swasta.

Pada akhirnya, penolakan ini merupakan sinyal bahwa sistem perlu berbenah. Menjadi kepala sekolah seharusnya menguatkan fungsi pendidikan, bukan meleburkan energi guru ke dalam drama birokrasi, politik, hingga ketidakpastian karier.

Guru sejati tahu bahwa lebih baik menjadi inspirasi di ruang kelas daripada menjadi administrator ulung yang terisolasi, sakit kepala, dan dibatasi ruang geraknya. 


Walaupun demikian, ini hanyalah sebuah realita yang terjadi di berbagai sekolah yang memang gurunya tergolong realistis dan idealis. Sebenarnya masih banyak sekolah yang gurunya bersedia menjadi kepala sekolah, entah itu kemauannya sendiri ataupun perintah dari atasannya. Yang jelas tugas sebagai kepala sekolah adalah pilihan seorang guru di dalam struktural organisasi sekolah. Siapa yang siap jadi kepala sekolah ?

  Sebagai pilar dan ujung tombak pendidikan, guru tidak hanya di tuntut untuk mengajarkan materi pelajaran. Namun ada beberapa tugas lain ya...
Muhammad Harizon Wednesday, 26 November 2025
Muhammad Harizon


 
Bulan Bersejarah.

Bulan November merupakan bulan bersejarah bagi komunitas blogger Bukittinggi, di tahun 2025 ini telah berusia 6 (enam) tahun. Sebuah umur yang cukup muda namun menyimpan lika-liku perjuangan yang memberikan pengalaman berharga bagi kami. 

Ibarat kata pepatah, jika berteman dengan penjual minyak wangi (parfum) sedikit banyaknya kita pasti akan mendapatkan wanginya, hal itu sudah jelas pasti terjadi pada diri seseorang dan tak dapat lagi dipungkiri. Begitulah istilah yang saya dapatkan dari founder blogger Bukittinggi, Kanadi Warman (Bang Kim). Ya, Bang Kim, sapaan itu biasa kami ucapkan sebagai panggilan akrab kepada beliau. Untuk usia jelas beda sedikit lah, hehe, tapi setidaknya menghargai orang yang berilmu adalah sebuah adab dan keharusan sebagai pembelajar sejati. 




Selalu Belajar dan Terus Belajar.

Di Setiap momentum kopdar atau pertemuan saya dan teman-teman selalu belajar dengan Bang Kim seputar ilmu blogger ini dan di sela-sela diskusi kami juga menyempatkan membahas cara mendapatkan uang (monetisasi) lewat kanal YouTube yaitu video blog (vlog). Kunci dari konten yang menghasilkan uang adalah konsistensi kreatornya, untuk menjadi profesional memang dibutuhkan ketekunan, dan tidak hanya literasi digital saja tapi saya memperhatikan apapun bidang pekerjaan yang kita lakukan memang butuh konsistensi, ketekunan, kerajinan, tidak pernah bosan, selalu berkreasi, kolaborasi, inovasi, kreatif, selalu belajar, tidak mudah capek, tidak bosan juga beradaptasi dengan lingkungan agar apa yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan (ekspektasi). 




Blogger memberikan suatu pelajaran dan pengalaman berharga bagi saya bahwa melek teknologi informasi adalah kunci utama beradaptasi dengan lingkungan yang serba digital seperti yang kita rasakan saat ini. 

Pada pertemuan kopdar blogger yang ke 6 tahun ini kami membahas seputar fitur-fitur yang belum terkuasai, memperpanjang domain, cara monetisasi blog, cara membuat konten blog yang mudah seperti menuliskan aktivitas yang dekat dengan bidang pekerjaan kita atau kegiatan sehari-hari.


Bagi-bagi Domain Secara Gratis.

Momen yang paling unik pada pertemuan ini adalah Bang Kim memberikan reward kepada anggota baru berupa domain gratis yang dipakai untuk satu tahun pemakaian domain. Selain itu, yang menariknya juga, Bang Kim memberikan diskon domain kepada anggota baru lainnya yaitu berupa domain tapi cukup membayar Rp. 10.000 (sepuluh ribu) saja untuk pemakaian domain selama satu tahun pemakaian. 

Semua itu tentu ada syaratnya, dan syaratnya adalah membuat tulisan tentang anniversary Blogger Bukittinggi, jika ada anggota baru yang membuat tulisan tentang anniversary ke 6 tahun ini, khususnya anggota baru, maka ia berhak mendapatkan reward domain gratis dan diskon pembelian. 


Pengalaman Yang Seru.

Sungguh pengalaman yang luar biasa menurut saya, asyik dan seru, karena saat ini mungkin sulit mencari sahabat yang benar-benar tulus dan ikhlas berbagi ilmu bahkan uangnya untuk orang lain. 

Semoga Allah SWT senantiasa menyehatkan Bang Kim dan seluruh anggota serta dilancarkan dan dimudahkan rezki Bang Kim dan seluruh anggota Blogger Bukittinggi. Aamiin.

Komunitas Blogger Bukittinggi juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin belajar literasi digital khususnya ilmu blogger ini. 


  Bulan Bersejarah. Bulan November merupakan bulan bersejarah bagi komunitas blogger Bukittinggi, di tahun 2025 ini telah berusia 6 (enam) t...
Muhammad Harizon Tuesday, 25 November 2025
Muhammad Harizon

 


Alam takambang Jadi Guru (Alam Terkembang Jadi Guru) artinya alam semesta yang terbentang dapat kita jadikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang bermakna sebagai pengajar dapat dikiaskan dengan pelajaran karena tugas mulia yang diembannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjadi pilar utama dalam dunia pendidikan. 

Diantara tanda-tanda alam yang dapat dijadikan pelajaran berharga dalam kehidupan diantara ada 5 macam, yaitu jenis tumbuhan dan hewan. 

1. Padi. 

Semakin berisi semakin merunduk (konsep rendah hati). Ilmu padi ini menjadi pelajaran bahwa semakin ilmu, semakin tinggi pangkat dan jabatan, semakin rendah hati tidak sombong, bahwa apa yang telah kita raih dan capai dalam berkarir semua itu tidak lepas dari pemberian Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang serta tidak lepas dari pertolongan manusia baik keluarga, teman, kolega, rerlasi, orang terdekat dan berbagai unsur yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam pencapaian kita. sehingga dengan demikian sebenarnya tidak ada yang perlu kita sombongkan karena pada hakikatnya yang berhak sombong itu hanyalah Dia yaitu Allah SWT sebab Ia mampu menciptakan langit dan bumi beserta isinya, surga dan neraka, alam ghaib dan alam nyata dan menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. 

konsep rendah hati ini merupakan sifat yang sangat disukai semua orang siapapun itu, apabila sifat rendah hati ini tertanam di hati dan pikiran serta terealisasi dalam kehidupan maka kita akan disenangi semua orang dan nyaman dalam menjalani aktivitas pekerjaan. Begitu juga Sebaliknya, apabila sombong, semakin tinggi ilmu semakin merasa pintar dan hebat maka akan dibenci oleh siapapun dan sewaktu-waktu Allah mampu memusnahkan apa yang disombongkan dan pada akhirnya kita akan merasa malu sendiri dan menyesal. 


2. Air.

Selalu dibutuhkan meskipun setelah itu dibuang (konsep ikhlas). Ya, begitulah ketentuan mutlak dari Allah SWT (sunnatullah) yang ada pada air. Ia dibutuhkan ketika diperlukan saja, ketika tidak dibutuhkan ya tidak digunakan. Saat di kamar mandi / toilet, mencuci alat atau kebutuhan rumah tangga, pecah belah, kendaraan, hewan peliharaan, membuat sesuatu, dan berbagai kebutuhan lainnya seperti mencairkan suatu benda untuk diubah dan dibuat sesuatu yang bermanfaat, air dalam keadaan bersih kemudian dipakai dan terbuang dalam keadaan kotor yang biasa disebut dengan air limbah, membersihkan apapun di rumah dan dimana saja pasti menggunakan air. 

Air adalah sumber kehidupan yang bisa menjadi kawan apabila kita pandai memanfaatkan dan juga bisa menjadi lawan jika tidak pandai menggunakannya. Air merupakan kebutuhan pokok bagi keberlangsungan kehidupan manusia, hewan, maupun tumbuhan semuanya membutuhkan air. Semua makhluk hidup pasti membutuhkan air. Pada kenyataannya air digunakan untuk apa saja dan dimana saja.

Begitulah sifat ikhlas yang ada pada diri seseorang, ia tidak terlihat tapi tampak pada perilaku sehari-hari. Terkadang kita diajak orang lain ketika ada maksud tertentu, niat terselubung, memanfaatkan kita untuk keuntungan pribadi yang sepihak yang hasilnya bukan untuk kita tapi untuk orang yang memanfaatkan kita. Disini benar-benar menguji keikhlasan hati. Ada juga kita sewaktu-waktu membantu orang yang membutuhkan pertolongan, akan tetapi orang yang telah dibantu seakan lupa dengan bantuan kita, maka hal ini juga menuntun kita agar senantiasa ikhlas. Ikhlas beramal tidak hanya sekadar slogan tapi benar-benar harus tertancap dalam sanubari insan yang membutuhkan balasan akhirat nantinya.

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga kita dalam keikhlasan untuk beramal, berbuat kebaikan dan dalam menghadapi tantangan kehidupan dunia.


3. Akar.

Tidak terlihat tapi memberikan banyak manfaat (konsep sedekah). Setiap tanaman pasti memiliki akar di bawahnya tepatnya di dalam tanah. Pada hakikatnya semua jenis tanaman yang tumbuh dengan sempurna adalah sebuah metamorfosis alami. Tumbuhan yang baik ataupun tanaman yang berkualitas bahkan memberikan manfaat adalah tidak lepas dari peran penting akar yang ada di dalam tanah, tanpa akar, tanaman tidak akan tumbuh dengan baik. 

Begitulah kerja akar pada sebuah tumbuhan. Ia tidak terlihat oleh siapapun tapi mampu berkontribusi untuk tumbuhan yang tumbuh dengan sempurna baik untuk makanan, obat-obatan alami, sayuran, hiasan dan fungsi lainnya sesuai kebutuhan.

Dalam bersedekah, kita juga dituntun seperti akar, memberi manfaat bagi orang lain tanpa diketahui oleh siapapun kecuali orang tertentu. Akar yang memberikan manfaat bagi tumbuhan hanya diketahui oleh tanah, sedangkan sedekah hanya terlihat oleh orang-orang tertentu seperti penyalur sedekah, petugas zakat, orang kepercayaan dan lainnya, sehingga tidak diketahui oleh banyak orang, yang orang ketahui hanyalah hasilnya saja sedangkan siapa yang memberi tidak banyak yang mengetahui. Ibarat kata pepatah, tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahui. Memang pada prinsipnya dalam ajaran agama Islam, memberi sedekah tanpa diketahui orang lain lebih baik dan pahalanya besar. Semoga kita mampu bersedekah tanpa dilihat oleh siapapun kecuali hanya Allah SWT. 


4. Burung.

Walaupun dapat terbang tinggi tapi selalu mendarat (konsep bersyukur). Seekor burung yang kita kenal dapat terbang bebas di angkasa kemanapun dan kapanpun, setinggi-tingginya karena memiliki sayap sebagai bagian tubuh untuk terbang dan dua kaki sebagai anggota tubuh untuk berdiri. 

Begitulah hendaknya seorang manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari, bahwa setinggi apapun ilmu dan sehebat apapun pangkat serta jabatan harus selalu rendah hati (tidak sombong), selalu mengingat bahwa apa yang ia peroleh merupakan nikmat dari Allah SWT yang patut dan pantas disyukuri. Syukur merupakan bentuk dan tanda terima kasih seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang didapatkan. Bersyukur juga merupakan bentuk manifestasi penghambaan manusia kepada Sang Khalik (Pencipta), pencipta langit dan bumi beserta isinya. 

Orang yang tidak mau berterima kasih berarti tidak bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah didapatkan atau biasa disebut sebagai kufur nikmat, mengingkari suatu nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Siapa yang tidak mau bersyukur maka ia akan merasakan siksaan di akhirat sebagai konsekuensi dari perbuatan yang merasa hasil usahanya tanpa ada bantuan dari Yang Maha Pemberi nikmat. 

Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang selalu bersyukur atas selaga nikmat yang diberikan oleh Allah SWT dan memanfaatkan nikmat tersebut untuk hal-hal yang di redhai oleh-Nya. 


5. Laba-laba.

Meskipun rumah dan sarang selalu hancur tapi tetap semangat membuatnya kembali (konsep sabar). Begitulah kuatnya kesabaran dan ketabahan laba-laba. Setiap ia membuat sarang atau rumah atau tempat hinggap di sana juga dimusnahkan atau dalam artian dibersihkan. Terlepas dari tempat sarang yang tidak tepat atau mengganggu, setidaknya kita dapat mengambil pelajaran berharga bahwa setiap sarangnya hancur, ia akan membuatnya kembali tanpa merasa kecewa dan dendam. 

Begitu juga dengan kesabaran hati manusia. Memang tidak mudah tapi kesabaran akan membawa kebaikan. Walaupun kita sering dihina, diejek, dighibah, difitnah, dicela tapi tetap berlapang dada menerima karena itu merupakan ujian dari Allah SWT untuk menjadi manusia yang berkualitas, manusia yang tenang dan tidak gegabah mengambil sikap. 

Sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar. Tidak semua keburukan harus segera di balas, ada kalanya bersabar sebagai obat penenang jiwa agar setiap permasalahan diselesaikan dengan cara baik-baik, pikiran jernih dan hati yang tenang. Dengan kesabaran apapun permasalahan dapat diselesaikan dengan baik, sebaliknya jika emosional, balas dendam maka masalah kecil pun tidak akan pernah selesai bahkan bisa menjadi besar.


Itulah tanda-tanda alam yang bisa menjadi ibrah bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setidaknya lima jenis ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk kita tiru, laksanakan, teladani, kerjakan, sebagai bahan agar diri kita menjadi lebih baik dalam bersikap dan menyikapi berbagai polemik kehidupan dan strata sosial di masyarakat. 


  Alam takambang Jadi Guru (Alam Terkembang Jadi Guru) artinya alam semesta yang terbentang dapat kita jadikan pelajaran dalam kehidupan seh...
Muhammad Harizon Monday, 24 November 2025