Kabar adanya tanggal merah, menjadi sebuah angin segar bagi sebagian kalangan yang merindukan waktu untuk bermain bersama keluarga, teman, sahabat, bahkan sebuah lembaga sekalipun. Melepaskan penat setelah beberapa hari sibuk dengan rutinitas harian yang menguras tenaga, waktu dan pikiran. Sebab, tanggal merah sangat identik dengan liburan dan hiburan kendati pun hanya sehari atau dua hari saja.
Tabek Mandi Sikabu merupakan pilihan tepat bagi pencinta air, tempat rekreasi yang dengan suasana persawahan dan alam yang hijau, udara yang segar dan asri seolah memanjakan pengunjung untuk datang dan berlama-lama di area pemandian ini. Pemandangan yang indah menjadikan suasana bermain menjadi lebih menyenangkan.
Tabek Mandi Sikabu, Destinasi Pilihan Berenang dan Bermain Air
- Puasa. Puasa disini, bisa bermaksud puasa wajib maupun puasa sunah, puasa dapat menambah daya kesehatan untuk menjang aktivitas sehari-hari. selain itu juga mendapat pahala yang luar biasa besar dari Allah SWT.
- Nonton. Menonton disini tentunya menyaksikan tayangan yang bermasfaat yang dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan terutama menambah keterampilan sesuai bidang yang kita kerjakan setiap hari, seperti nonton podcast, video motivasi, dan tayangan sejenis lainnya.
- Belajar. Mempelajari skill atau keterampilan yang dapat meningkatkan kapasitas diri dan kapabilitas untuk menjamin keberlangsungan hidup dimasa depan. Juga dapat mempelajari hal-hal baru yang dirasa menarik untuk dilakukan.
- Membaca Buku. Membaca buku setidaknya selama sepuluh menit atau lebih, dapat meningkatkan pengetahuan tentang sesuatu hal baru. selain itu juga dapat menambah perbendaharaan kosa kata dalam berbicara membangun relasi dengan orang lain.
- Memilih Teman. Memilih teman termasuk investasi yang sangat berpengaruh terhadap diri kita. karena sejatinya teman yang sering berkomunikasi dengan kita, tempat dimana kita mendapat dukungan untuk setiap usaha sangat mempengaruhi kehidupan hari ini dan ke depannya nanti. Maka, berpandailah mencari teman dan mencari tempat dimana kita mendapat support yang positif. Memilih teman bukan berarti menutup diri dari aktivitas sosial, tapi memilih teman dapat membantu kita mewujudkan apa yang kita inginkan, berteman dengan orang tepat dan suka mendukung ide kreatif kita adalah rezki, tempat yang cocok untuk mendukung apa yang kita kerjakan juga faktor pendorong dalam mencapai apa yang kita inginkan dimasa depan.
- Menerima Kekurangan Diri. Kita harus menyadari bahwa kita sebagai manusia adalah makhluk yang lemah dan memiliki kekurangan, hal ini dapat membuat kita tidak semua yang kita inginkan dapat terwujud sesuai ekspektasi. Ada kalanya sesuatu yang kita inginkan gagal, ada kalanya juga berhasil, ada kalanya juga tertunda untuk waktu yang tidak kita ketahui. Dengan menerima kekurangna diri dapat membuat kita lebih bersyukur untuk setiap rezki yang dititipkan kepada kita.
- Berhenti Mencari Validasi. TIdak perlu kita mencari validasi atau pengakuan orang lain, karena akan membuat kita lelah sendiri, setiap manusia memiliki kekurangan. Cukup kerjakan sesuatu yang kita sukai dan menerima setiap hasil yang didapatkan.
- Hilangkan Iri dan Dengki. Menghilangkan sifat iri dan dengki juga menjadi perkara wajib untuk menginvestasi diri agar menjadi lebih baik. orang yang iri hati ibarat meminum racun namun orang lain yang merasakan kematian. Tentu hal tersebut mustahil adanya. Siapa yang meminum racun tentu dia yang akan mati. begitulah sifat iri hati yang wajib dihindari dan dihapus dari dalam diri agar menjadi manusia yang hidup aman, nyaman, dan merasa tanpa ada beban. Setiap manusia sudah memiliki rezkinya sendiri-sendiri, tidak ada yang perlu kita dengki dengan pencapaian orang lain. Setiap manusia juga memiliki keterampilan yang berbeda-beda, maka menerima apa yang diberikan dapat membuat suasana hati menjadi tenang.
- Menabung dan Investasi Uang. Menaung sebagian keuangan juga perlu dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan di waktu tertentu, termasuk disini berinvestasi dalam berbisnis, selagi bisnis itu dapat menguntungkan alahkah baiknya dilakukan. Tentunya membutuhkan berbagai pertimbangan yang matang agar tidak merugi nantinya.
- Bikin Rutinitas Produktif. Akativitas rutin juga menjadi investasi terbaik dalam hidup/ Rutinitas yang dimaksud tidak harus yang berskala besar, tapi rutinitas yang dapat menguntungkan diri walaupun hal-hal kecil dan sederhana, misalnya menulis puisi, usaha sampingan, berjualan di depan rumah, dan rutinitas bermanfaat lainnya.
- Latih Manajemen Waktu. Mengatur waktu juga faktor penting dalam menginvestasi diri. Utamakan skala prioritas yang penting dan wajib dilakukan, pekerjaan yang dianggap penting dan wajib harus didahulukan. Mengatur waktu dapat membatu kegiatan apa saja yang akan dilakukan setiap harinya.
- Tidur Cepat. Tidur cepat, menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Jika tidak ada lagi kegiatan rutin pada malam hari sebaiknya tidur diwaktu yang tepat. Tidak harus di waktu cepat tapi lebih kepada waktu yang tepat dan pertimbangkan juga waktu atau durasi waktu tidur agar dapat bangun pada waktu yang tepat juga. Orang yang pandai dalam mengatur pola waktu tidur, pasti tidak akan pernah terlambat dalam melakukan aktivitas harian setiap harinya.
- Tidak Peduli Omongan Orang. Sebagai manusia biasa, kita tidak akan pernah terlepas dari omongan orang. Selagi kita hidup pasti ada saja yang tidak suka. Saya pun sampai hari ini juga dibenci orang lain walaupun saya tidak pernah merugikannya. Sering digibah di belakang. Bagi saya dibicarakan orang lain di belakang, tidak masalah berarti saya berada di depannya. Orang yang dibelakang saya berarti orang yang tertinggal secara pendidikan, ekonomi, sosial, dan adab. Intinya tidak perlu pikirkan omongan orang tentang kita, tapi yang perlu dipikirkan adalah bagaimana caranya agar memiliki penghasilan yang mapan, hidup senang, apa yang diinginkan tercapai.
- Olahraga Rutin. Rutin berolah raga adalah investasi kesehatan untuk diri sendiri. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dua hal tersebut menjadi investasi terbaik dalam diri agar mampu mencapai sesuatu yang kita inginkan.
- Tulis Jadwal Prioritas Setiap Hari. Menuliskan skala prioritas dapat membantu ingatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari sehingga apa saja to do list setiap hari menjadi terarah dan hasilnya pun maksimal.
15 Tips Keren Investasi Diri
Sudah lama kami tidak berkunjung ke danau ini, tepatnya 5 tahun yang lalu pasca kami menikah. Menjadi kenangan tersendiri bagi kami bahwa setelah menikah 5 tahun yang lalu kami sempat diusir oleh ibu-ibu di warung karena beliau menyangka bahwa kami anak muda berpacaran yang mana dianggap perbuatan asusila yang dapat merusak tatanan sosial kemasyarakatan di wilayah itu, padahal kami sudah menikah.
Danau Tarusan Kamang merupakan salah satu spot alami yang asri dan masih terjaga kelestariannya, berlokasi di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Butuh waktu sekitar lebih kurang 1 jam perjalanan dari kota Bukittinggi.
Danau ini termasuk jenis danau karst yaitu danau yang terbentuk dari wilayah batuan kapur, gipsum,atau dolomit akibat pelarutan batuan karstifikasi oleh air hujan sehingga menciptakan cekungan yang terisi air. Selain di kawasan Tarusan Agam, danau seperti ini juga dapat ditemukan di wilayah Gunungkidul Yogyakarta yang bersifat musiman. Lengkapnya Danau Tarusan Agam Sumatera Barat, Danau Tendetung di Sulawesi, Danau Biru Kolaka Sulawesi Tenggara, Danau Paisupok di Banggai,
Danau ini juga disebut sebagai danau ajaib dimana tidak ada orang yang mengatahui kapan saja waktunya berair dan kapan waktunya kering, menurut warga setempat saat saya temui danau ini berair bisa 2 sampai 3 tahun bisa lebih bisa kurang dari itu.
Berdasarkan plang informasi yang saya baca, bertuliskan Welcome To Geopark Geosite Danau Ajaib Tarusan Kamang. Danau ini memiliki karakteristik yang unik, secara litologi yang mengelilingi danau ini adalah batu gamping dan dari hasil pengamatan peta geologi masih merupakan batu gamping perm-karbon. Wilayah ini termasuk kategori wilayah danau karst yaitu adanya sungai bawah permukaan dan adanya struktur yang terlibat dalam pembentukan danau. Ketika air tanah naik maka lorong-lorong di bawah bukit batu gamping akan menyemburkan air dan menutupi padang rumput, sehingga tampaklah seperti danau yang indah dan bisa bermain sampan. Sebaliknya ketika air sungai bawah tanah turun, secara otomatis air tersedot kedalam tanah sehingga tampak padang rumput. Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi langsung danau Tarusan ini.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Prof. Handang bahwa danau ini berada di atas zona patahan sumatera sehingga ini menjadi alasan mengapa air di danau ini bisa ada dan mengering. Didanau ini juga terdapat bebatuan gamping karang yang mana batu ini hanya ada di pantai atau lautan. Menurut perkiraan ahli sekitar ratusan abad yang lalu bahwa wilayah ini dahulunya adalah bentangan lautan. karena adanya batu gamping kapur.
Apabila danau ini berair, warga setempat memanfaatkannya untuk budidaya ikan seperti ikan nila, ikan rayo, bada putih dan ikan air tawar lainnya. Warga juga memanfaatkan fenomena alam ini sebagai ajang mencari cuan seperti berjualan makanan sehat sederhana, jajanan, bahkan menyewakan sampan atau perahu.
Hingga saat ini belum ada yang bisa mengetahui kapan waktunya danau ini berair dan kapan waktunya kering, sebab hal ini merupakan fenomena alam yang memang tidak bisa ditebak walau dengan penelitian canggih sekalipun. Setidaknya kita bisa mengambil pelajaran bahwa tadabbur alam atau menikmati alam ciptaan Allah dapat membuat kita banyak bersyukur, menjaga kelestarian alam, menjaga alam agar dapat memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat setempat.
Bentangan danau yang menyejukkan mata dan hati ini dapat menjadi salah satu referensi healing weekend di akhir pekan.
Danau Ajaib Tarusan Kamang, Referensi Inspiratif Weekend Keluarga
Sudah beberapa minggu bencana alam terjadi di berbagai provinsi di pulau Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yang meluluh lantahkan daerah hingga menelan ratusan korban, namun mengapa pemerintah tidak menetapkan musibah ini sebagai bencana nasional ? kok hanya berstatus bencana daerah ?
"Kenapa pemerintah tidak menetapkan bencana nasional untuk banjir bandang di Sumatera ? Apa alasannya ya ?. Benarkah tidak ada status 'nasional' berarti tidak ada dana pusat ? atau justru ada pertimbangan lain yang lebih besar di balik keputusan pemerintah ?
polemik yang menyatakan bahwa "tidak ada status nasional berarti tidak ada APBN" adalah mitos alias tidak benar. Pemerintah pusat sebenarnya memiliki mekanisme cepat untuk mengucurkan bantuan melalui Dana Siap Pakai (DSP) di BNPB. Syaratnya sederhana, cukup dengan penetapan Status Tanggap Darurat oleh Bupati atau Gubernur setempat. Begitu status ini ditetapkan, keran APBN langsung terbuka tanpa perlu menunggu stempel 'Bencana Nasional' dari Presiden. disamping itu pemerintah pusat juga sudah mengucurkan dana bantuan sebesar enam triliyun rupiah untuk tiga provinsi terdampak banjir bandang ini saat mengunjungi turun langsung ke daerah bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Pertanyaan besar saat ini adalah, apa sebenarnya syarat suatu peristiwa disebut sebagai Bencana Nasional ?, jawabannya yaitu. menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 menyebutkan, penetapan bencana nasional ada di tangan Presiden dengan mempertimbangkan beberapa indikator, diantaranya jumlah korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan infrastruktur, cakupan wilayah yang luas, dan dampak sosial ekonomi yang masif.
Namun, dalam musibah yang terjadi saat ini, poin dampak sosial ekonomi ini sering diterjemahkan sebagai "kelumpuhan pemerintahan daerah". Selama kepala daerah dan jajarannya masih bisa berfungsi walau tertatih maka syarat untuk 'naik kelas' ke status nasional dianggap belum terpenuhi. Ini terlihat dari sejarah. Indonesia hanya dua kali menetapkan Bencana Nasional yaitu saat Tsunami Aceh 2004, di mana pemerintahan daerah benar-benar vakum, dan Pandemi COVID-19, yang melumpuhkan seluruh wilayah negara. Jika pemerintah daerah benar-benar vakum alias tidak bergerak sama sekali, sehingga penanganan bencana dan pemulihan tidak tampak, maka pemerintah pusat akan menetapkan bencana tersebut sebagai bencana nasional karena penanggulangan pasca bencana diambil alih pemerintah pusat.
Bahkan gempa besar di Lombok dan Palu tahun 2018 yang menelan ribuan korban jiwa pun tidak menyandang status nasional. Mengapa ?, karena walikota dan gubernur saat itu masih hidup dan masih bisa memimpin penanggulangan. Prinsip otonomi daerah dijaga karena pusat tidak mengambil alih wewenang selama daerah masih mampu menyelesaikan sendiri kendala yang dihadapinya.
Maka, penetapan sebuah peristiwa yang cukup besar bahkan menelan korban jiwa, tidak serta merta langsung di tetapkan sebagai bencana nasional tapi ada berbagai pertimbangan dan persyaratan yang mesti di penuhi oleh peristiwa tertentu.
Kembali ke kasus banjir Sumatera saat ini. Meski kerusakannya parah dan menelan korban jiwa, pemerintahan daerah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat belum lumpuh total. Gubernur dan bupati masih bisa bekerja menanggulangi dan mencari solusi. Dari sudut pandang regulasi, ini menjadi alasan hukum status nasional belum diberikan.
Tapi, ada alasan strategis lain yang justru lebih krusial yaitu efek domino terhadap ekonomi nasional, khususnya pariwisata. Bayangkan jika banjir di tiga kabupaten di Sumatera ditetapkan sebagai Bencana Nasional. Dampak psikologisnya bisa merambat ke Bali, Labuan Bajo, atau Raja Ampat. Turis asing yang melihat label status "Indonesia Darurat Bencana Nasional" mungkin saja tidak paham bahwa Bali sangat jauh dari lokasi banjir. Mereka akan menyangka bahwa ada bahaya untuk seluruh wilayah di Indonesia, padahal pada kenyataannya hanya beberapa daerah saja yang terdampak bencana. contohnya, di Sumatera Barat ada Padang, Agam, Padang Panjang dan Tanah Datar terkena banjir bandang itupun hanya beberapa titik saja bukan satu kota atau satu kabupaten yang porak poranda, di kecamatan lainnya masyarakat masih beraktivitas seperti biasa layaknya tidak ada musibah. begitu juga Aceh dan Sumatera Utara, hanya beberapa titik saja yang terdampak bukan satu kota atau kabupaten atau satu provinsi yang hancur.
Status Bencana Nasional adalah sinyal kuat bagi dunia internasional. Kedutaan asing berpotensi mengeluarkan travel warning. Lebih mengkhawatirkan, asuransi perjalanan turis asing bisa otomatis tidak berlaku jika mereka dianggap sengaja pergi ke negara yang sedang mengalami bencana nasional. Pariwisata nasional, salah satu penopang ekonomi, bisa terancam hanya karena salah pasang label atau status.
Terus, apa ya solusinya ?
Pemerintah pusat mengambil jalan tengah yang bijak yakni, "Status Daerah, Rasa Nasional". Secara hukum, status tetap Bencana Daerah untuk melindungi persepsi dan ekonomi nasional. Namun, secara fakta di lapangan, bantuan dikerahkan secara maksimal layaknya penanganan bencana nasional. APBN dicairkan melalui mekanisme DSP, TNI POLRI dikerahkan, Presiden dan Wakil Presiden turun langsung meninjau lokasi sekaligus membawa bantuan dan menteri juga turun langsung ke lokasi bencana, termasuk relawan dari berbagai organisasi negeri dan swasta dan berbagai wilayah datang bersama-sama membantu penanganan bencana tersebut.
Kesimpulan, lukanya diobati sepenuh tenaga, tanpa perlu berteriak "sakit parah" ke seluruh dunia. Pendekatan ini bertujuan memutus mata rantai dampak sekunder yang justru bisa lebih melukai dalam jangka panjang. Jadi, sebelum berkomentar, mari kita pahami dulu kompleksitas di balik sebuah keputusan. Bukan sekadar hitam atau putih, ada banyak warna pertimbangan untuk menetapkan keputusan.
Fakta Bencana Sumatera Tidak Berstatus Nasional
Di negara kita Indonesia khususnya termasuk ke dalam wilayah nusantara yang setiap tahunnya terjadi pergantian musim cuaca. Musim yang silih berganti bisa kategori sedang dan ekstrim.
Bagaimanapun itu, terlepas apapun musim yang terjadi di negara Indonesia, apapun namanya, bagaimanapun keadaannya, sebagai Ummat islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah bernama shalat tolak bala. Tujuan shalat tolak bala adalah agar manusia dapat terhindar dan selamat dari berbagi macam musibah.
Shalat sunnah tolak bala atau disebut shalat lidaf’il bala dilaksanakan oleh umat muslim sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa selamat dari segala marabahaya. Shalat sunnah ini dilakukan sebagai ikhtiar manusia dan tidak mesti semua dikabulkan, akan tetapi boleh jadi dapat meminimalisir kejadian musibah. Shalat sunnah tolak bala ini dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Setiap muslim yang ingin mengerjakannya boleh kapan saja, karena memang tidak ada ketentuan khusus berkaitan dengan waktu pelaksanaannya. Adapun tata cara pelaksanaan shalat sunnah tolak bala atau lidaf'il bala ialah seperti berikut ini :
Membaca niat :
اُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلاَءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli Sunnatan lidaf’il bala’i rak’ataini lillahi ta’ala.
Aku berniat shalat sunah untuk menolak bala dua rakaat karena Allah ta’ala.
Tata Cara Pelaksanaan.
Pelaksanaan shalat ini sama saja dengan shalat biasa sebanyak 2 rakaat, hanya saja yang membedakan nya adalah surat yang dibaca dan jumlah bacaannya.
Takbiratul Ihram.
Membaca do'a iftithah.
Membaca surah AlFatihah.
Setiap selesai membaca surat al-Fatihah membaca surat Al-Kautsar 17 kali. Kemudian surat Al-Ikhlas 5 kali, surat Al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali Dan sebelum melaksanakan shalat membaca istifhfar :
اَسْتَغْفِرُالله الْعَظِيمْ اَلَّّذِيْ لَاإِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ وَاَتُوبُ إِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لآيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا ولآنَفْعًاوَلآمَوْتًا ولآحَيَاتًا وَلآنُشُورًا
Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang penuh kedzaliman, yang tidak memiliki terhadap dirinya sendiri baik madarat dan manfaatnya, mati dan hidupnya maupun bangkitnya nanti.
Begitu juga pada rakaat kedua.
Membaca doa dan menambah dengan doa lidaf’il bala atau tolak bala sebagai berikut :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ يَاشَدِيْدُالْقُوَّى وَيَاشَدِيْدَالْمِحَالِ اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُبِكَ بِكَلِمَتِكَ التَّّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرِّيحِ الْاَحْمَرِ وَمِنَ الدَّاءِ الْاَكْبَرِ فِي النَّفْسِ وَالدَّمِّ وَاللَّحْمِ وَالْعُظْمِ وَالْْجُلُوْدِ وَالْعُرُوقِ سُبْحَانَكَ إِذَاقَضَيْتَ اَمْرًا أَنْ يقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونَ, اَللهُ اَكْبَرْاَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ برحمتك يآارحم الرّا حمين
Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah” maka “jadilah ia”.
Semoga bermanfaat.
Pentingnya Shalat Tolak Bala Sebelum Musibah Datang
Setiap insan pasti menginginkan hidup yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Tanpa dipungkiri hal ini lumrah menjadi harapan semua orang. Namun pada kenyataannya semua itu tentu tidak bisa didapatkan dengan mudah sesuai ekspektasi kita karena perjalanan hidup ini tidak selamanya berjalan mulus pasti ada onak liku batu kerikil maupun batu besar yang kita hadapi sebagai tantangan dalam menjalani hidup agat kita mampu merasakan betapa hidup ini butuh perjuangan.
Mendapatkan hidup yang sakinah mawaddah wa rahmah alangkah baiknya kita pahami dulu apa itu sakinah, mawaddah dan rahmah kemudian setidaknya ada lima kunci yang perlu kita dapatkan dan amalkan agar sakinah mawaddah dan rahmah bisa mewarnai hidup kita.
Secara bahasa sakinah artinya kedamaian, ketentraman, ketenangan, dan kebahagiaan. Mawaddah artinya saling berkasih sayang, sedangkan rahmah merupakan menerima apa adanya dan berlapang dada dalam situasi apapun.
1. Tauhid Yang Kokoh.
Dalam menjalani hidup dan kehidupan manusia tidak terlepas dalam pantauan Allah SWT. Semuanya telah diatur jauh-jauh hari sebelum penciptaan dunia dan manusia. semua yang telah terjadi, sedang terjadi bahkan yang akan terjadi telah tertulis dalam lauhul mahfuzh (catatan Allah SWT) sehingga dengan demikian tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang tidak dikendalikan oleh Allah SWT. pemahaman inilah yang seharusnya kita pahami dan tertancap didalam hati sanubari kita sebagai hamba yang beriman kepada-Nya. Meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT menjadikan kita manusia yang senantiasa berada dalam kekuasaan-Nya. merasa diawasi, merasa dipantau, merasa dilihat dan akan mendapatkan ganjaran atau balasan dalam setiap tindakan yang dilakukan sehari-hari. Akidah yang kuat dan tauhid yang kokoh membuat manusia tidak akan mudah terpengaruh oleh berbagai godaan yang akan mengganggu keimanannya dari siapapun. dengan demikian ia akan merasa sakinah mawaddah wa rahmah.
2. Ikhlas Dalam Beramal.
Ikhlas itu, ibarat surah Al-Ikhlas di dalam Al-Qur'an, ia ada di judul tapi tidak ada di dalam surat. Begitulah kira-kira perumpamaan keikhlasan dalam beribadah. Ia merupakan ruhnya amal ibadah, dimana tanpa keikhlasan apapun amal ibadah dan amal perbuatan akan menjadi sia-sia. Artinya kita tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
3. Senantiasa Bersyukur.
Bersyukur merupakan bentuk rasa terima kasih seorang hamba kepada Tuhannya atas nikmat yang telah ia dapatkan. Nikmat tersebut bisa dalam bentuk apa saja, seperti kesehatan, keimanan, rezki dalam bentuk uang, keberhasilan dalam sebuah usaha, keselamatan dari musibah tertentu dan masih banyak bentuk lainnya. Dengan bersyukur seseorang akan menikmati, merasakan dan menjaga sesuatu yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Sehingga dengan demikian Allah pun akan senantiasa memberikan bahkan menambah nikmat-Nya tersebut.
4. Istiqamah.
Istiqamah atau dalam arti kata konsisten dan komitmen dalam melakukan sesuatu aktivitas atau kegiatan. Dalam konteks ini mimin lebih menekankan pada istiqamah dalam beribadah dalam rangka mendapatkan hidup yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Sesungguhnya amal ibadah seorang hamba dinilai bukan hanya dari kuantitas dan kualitas tapi juga termasuk istiqamah (bertahan) mengamalkan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Biar amal ibadah sedikit tapi sering dilakukan daripada banyak tapi jarang dilaksanakan. Maka istiqamah menjadi salah satu pilar atau kunci dalam mendapatkan hidup yang sakinah, mawaddah dan rahmah.
5. Memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Ada kisah di zaman Rasulullah SAW bahwa ada anak yang sedang bermain di dalam masjid, anak kecil itu malas beribadah, suka melawan ke orang tuanya, dan perbuatan kurang baik lainnya. Singkat cerita Rasulullah SAW menunjuk satu orang anak kecil dan beliau mengatakan bahwa anak tersebut adalah anak haram. Setelah ditelusuri sahabat ke rumah orang tua anak itu dan bertanya, Apa yang ibu berikan kepada anak ibu sehingga Rasulullah SAW mengatakan bahwa anak ibu adalah anak haram. Ternyata ibu tersebut tidak sengaja mengambil sebuah ranting kayu dan menjadikannya kayu bakar untuk bahan bakar memasak makanan di tungkunya. Ternyata apa yang telah dikatakan Rasulullah SAW adalah benar. Satu ranting yang mungkin kita anggap sepele ternyata berpengaruh besar dalam kehidupan seorang anak.
Nah, bagaimana dengan kita?. Agar hidup sakinah, mawaddah dan rahmah seseorang tidak boleh terpapar sesuatu yang subhat bahkan haram. Sedangkan tidak sengaja bisa menjadi haram, apalagi subhat (tidak jelas) atau sengaja mengambil yang bukan hak kita. Na'udzubillah. Memperhatikan makanan dan minuman menjadi hal penting sebelum kita mengkonsumsinya, dari mana asalnya, apa saja bahan-bahannya, dan yang lainnya. Jika makanan dan minuman yang kita konsumsi berasal dari yang halal maka hidup yang sakinah, mawaddah dan rahmah akan senantiasa membersamai.





























